Anak Sekolah 'Dirumahkan' Apakah Sama Dengan Homeschooling?

Semenjak pendemi Covid19 mewabah di dunia, berimbas ke semua sektor, tak kalah dengan dunia pendidikan. 


Ungkapan #dirumahajadulu membuat sekolah formal diliburkan untuk sementara.  Libur yang dimaksud adalah tidak jalan-jalan, namun tetap berdiam diri di rumah dan menghindari kontak fisik dengan banyak orang.

Bagaimana dengan sistem belajarnya? Banyak guru mencari cara membuat anak didiknya agar tetap belajar sehingga target kurikulum tetap terlaksana, disisi lain para orangtua diberi beban untuk mengawasi anaknya belajar termasuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru sekolahnya masing-masing, media belajar online pun mulai di populerkan.  Beberapa sekolah menggunakan, sementara sekolah lain tetap menggunakan caranya masing-masing dalam memberikan tugas termasuk arahan kepada anak didik bagaimana merampungkan materi belajarnya. 

Tidak sedikit akhir-akhir ini banyak orangtua mencetuskan dan mengklaim  bahwa anaknya saat ini melaksanakan homeschooling. Hmm....Bukan sekali dua kali, bahkan beberapa kali saya menemukan status teman-teman seperti sangat memahami pengertian homeschooling dengan mendeklarasikan bahwa yang dia lakukan bersama anaknya saat belajar merupakan homeschooling.

Homeschooling like be....

What? Like be what? Pernyataan tersebut akan menjadi sebuah pertanyaan mendasar.  Sangat disayangkan jika gagal paham antara homeschooling yang artinya sekolah rumah, dengan sekolah di rumah menjadi sesuatu yang dipukul rata.


Mendidik anak homeschooling tidak serta merta menjadikannya tinggal mengunyah, atau ketika tidak tahu langsung diberitahukan, orangtua menjadi seseorang yang sangat paham banyak hal, sementara anak menjadi seseorang yang cuek dan bicara seadanya.  Bedakan antara apa adanya dan seadanya.  Jelas kata tersebut mengandung pengertian yang berbeda.

Anak homeschooling bukan berarti tidak memiliki rutinitas, bukan pula menjadi tidak terjadwal hingga berlaku seenaknya, bahkan menjawab semaunya.  Sementara orangtua homeschooling dalam perjalanannya tidak juga menjadi masa bodo atau mudah panik dalam proses perjalanannya.   Menjadi pembelajar mandiri bahkan merdeka belajar bukanlah sebuah bualan atau hanya sebuah teori.  Dalam prosesnya sungguh perlu dimaknai lebih dalam.

Homeschooling artinya bertumbuh bersama.  Aturan dan tatanan dalam pelaksanaannya tidak diatur oleh pihak ketiga diluar keluarga tersebut.  Jika anak sekolah mengerjakan tugas dan belajar dirumah, artinya hanya sekolahnya saja yang pindah ke rumah. Atau jika belajar jarak jauh dengan cara online artinya sudah melakukan homeschooling. Pliss... Mohon jangan salah kaprah...

Sebelum mengeluarkan pernyataan, harap pahami dulu sehingga pengertian dari sebuah kata tidak menjadi ambyar kemudian semakin menyesatkan...



*With LOVE,

@her.lyaa

Posting Komentar

23 Komentar

  1. Bener banget ada jg denger beberapa, mengira dirumahkan sama halnya homeschooling padahal ada perbedaannya yang pasti kalo homeschooling hanyak fokus belajar dan mempelajari pelajaran kalo dirumahkan dan belajar dirumah via online dan dipantau guru dari rumah tentunya tidak ada yang berubah dari segi pelajaran, disiplin dan jadwal belajar tetap seperti biasa belajar disekolah hanya saja belajarnya dirumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. homeschooling juga tidak selalu fokus 'belajar' dan mempelajari 'pelajaran'.. justru homeschooling bisa bermain untuk mempelajari suatu pelajaran, hehehe..semoga ga jadi makin bingung ya :)

      Hapus
  2. Yaps bukan homescooling dong mbak namanya, karna pasca covid ini anak-anak dirumahkan sekolahnya tapi belajar tetap dipantau dari virtual kan ya. Sekolah online hm

    BalasHapus
    Balasan
    1. homeschooling juga bisa belajar secara online ;) gak khusus bicara ttg online, namun tidak serta merta juga belajar online artinya sudah melaksanakan homeschooling. atau homeschooling sudah pasti artinya belajar secara online. homeschooling bisa belajar apapun, dimanapun dengan siapapun, yang jadi poin adalah siapa yag bertanggungjawab dalam prosesnya :)

      Hapus
  3. Harus paham benar arti kedua istilah tersebut ya jangan sampai salah kaprah dan dianggap artinya sama saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeet bu... kami semua sebagai praktisi hs sambil jalan sambil mengedukasi awam juga nih, karena istilah hs (di Indonesia khususnya) sering disalahgunakan *upss..

      Hapus
  4. Saat baca judul dalam tulisan ini aku langsung jawab 'tidak sama'. Setujua banget, Mbak, kalo sekolahkan itu masih lingkup pihak ke-3 yakni guru ngajar secara online. Mana lagi tugasnya banyak. Beda dengan homeschooling yang tidak pakai pihak ke-3. Mari berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan anak yang sekolah dirumahkan segera bisa belajar di sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm, sebenarmya dalam hs tidak berarti tidak boleh menggunakan guru. orangtua dalam mendelegasikan pendidkan anak jika memang tidak bisa, sah-sah aja kok pakai pihak lain. Hanya saja poinnya ORANGTUA bertanggungjawab penuh dalam perjalanannya. visi misi keluarga adalah yang utama, jika menggunakan guru (misalnya), mereka hanya mengajar, bukan yang menentukan kurikulum, jadwal, dan sejenisnya, meskipun penilaian dalam mata ajar tsb wajib dikonsultasikan kepada orangtua sebagai evaluasi, dan refleksi bagi orangtua dalam pengambilan keputusan dan rencana berikutnya. hmm...semoga paham ya bahasanya klo rada belibet, hahaha...:)
      aamiinn...semoga pendemik segera berakhir, biar anak hser bisa kembali berpetualang di luar hehee

      Hapus
  5. Indonesia emang suka pakai istilah yang tidak sesuai dengan peruntukanya. Selama ini kalo anak dipulangkan lebih cepat atau sekolah diliburkan biasanya pake istilah belajar di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh bener kayaknya bik... belajarnya kan pindah ke rumah, jadi belajar di rumah :p

      Hapus
  6. Beda konsep. Anak sekolah di rumah ya sistemnya tetap fokus buku cetak. Kreatifitas juga seadanya. Kalau homeschooling, bebas tapi terarah. Gak menoton pastinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. fleksiblel mungkin ya bahasanya, yang menyesuaikan ya balik keluarga masing2... :)

      Hapus
  7. Aku sih belum punya anak yang sekolah. Tapi keponakanku yang sekolah dan dirumahkan harus belajar via online, dan itu membuat ibunya pusing juga, karena pelajaran sekarang ini sudah modern dan kebanyakan ilmu ibunya gak nyampe sana, terkadang ibunya mengeluh...karena gak ngerti dengan pelajaran sekarang...dan aku hanya bisa berkata..sabar..sabar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya sih gak 1-2 orang aja ya mbk yang pada ngeluh gini. Karena bbrp waktu lalu KPAI sampe mengeluarkan pernyataan mengenai banyaknya laporan orngtua yang merasa berat, hehee.. semangat terus mendampingi :))

      Hapus
  8. banyak ortu yang angkat tangan ngajar anak sendiri di rumah umi. pada komplen ini gmn kok malah susah banget dikasih tau. hyaa kayaknya stay at home mengajarkan banyak orang tua jadi home educator sejati ya umi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi karena rasa sayang dan emosi orangtua yang pengen anaknya menjadi yang terbaik, jadinya suka ekspetasinya jauh banget, ujung2nya ga woles,panik trus bawaannya kesel sendiri. eh anaknya jd ikutan sebel. JAdi ada hikmahnya nih, next orangtua bisa menghargai usaha guru, dan ga mudah terima beres aja, hehehe...

      Hapus
  9. pertanyaan molly akhirnyo terjawab. jadi anak homeschooling beda dari sekolah online ya mbak? kalo di kuliah ut kan pembelajarannya serba online dan lewat buku apakah itu sama juga kaya homeschooling juga?

    BalasHapus
  10. Masih banyak orang yang keliru ya Mba, padahal dari definisi aja udah beda, apalagi penerapannya. Harus di sounding lagi ke orang tua, bahkan keseluruhan anggota keluarganya.

    BalasHapus
  11. Jadi selama pendemi ini yang pada belajar di rumah itu cuma "raso raso" homeschooling aja ya, umi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Karena pada kenyataannya sangat berbeda.

    Terima kasih atas pencerahannya πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  12. Kadang emang orang mengira-ngira padahal gak tahu arti sesungguhnya ya Umi. Cuma be likeeee...

    BalasHapus
  13. Setuju. Beda banget.
    Yang aku agak miris itu setelah dirumah aja ga sedikit guru yang asal lempar tugas aja ke anak muridnya. Padahal harusnya bisa kreatif tetap mengajar. Ini dialihkan ke ortu kek homeschooling hehe

    BalasHapus
  14. Wah ngena banget pas bagian "Homeschooling itu tumbuh bersama" bener banget gak bisa dipukul rata, disamain istilahnya ya jelas beda yakan mbak. Hehe semangat terus untuk kita semua.

    BalasHapus
  15. Wkwkwk serasa-rasa ya, Umi. Duh, jadi makin kepo deh ama HS. Ngulik artikel umi lainnya aah...

    BalasHapus

Yuk tinggalkan komentar baik dan cerdasπŸ€—

Terimakasih... πŸ™