Kensu Aneka Rasa

Ada sesuatu hal yang mau tidak mau membuat kami keluar rumah.  Satu demi satu dapat diselesaikan, bagian akhir adalah melengkapi kebutuhan dapur yang terlupa.

Tidak jauh dari aktivitas yang harus disambangi ada sebuah minimarket untuk menuntaskan list tugas terakhir.

Ketika bersiap-siap hendak pulang, ada seorang gadis kecil membeli sesuatu di sebuah gerai yang terletak di sana.

Kakak yang mencolek rasa  ingin tahu (dokpri) 


"Umi, kakak itu mau apa?" Tanya adek kepadaku.

"Coba tanya...", Tawarku kepadanya.

Dari jauh aku mengamati.  Adek mulai bergeser tempat dan menaiki kursi plastik yang tersedia disana.  Agak sedikit deg-degan melihat anak gadis memanjat hingga mengambil posisi berlutut di atas kursi dan mencondongkan badan ke bagian dalam gerai, akhirnya langsung saja aku dekati untuk menjaga terhindar dari hal - hal tidak diinginkan.

Saat bersiap pulang, kemudian ada yang menarik untuk diamati (dokpri) 

"Lihat apa dek?" Tanyaku ketika melihat wajahnya serius memperhatikan.

"Itu, lihat om sedang masak-masak.  Enak itu umi.  Kakak itu suka.  Umi mau beli juga, seperti kakak itu?", Penjelasan yang cukup panjang (sepertinya)

"Memangnya om masak apa?" 

Akupun mencoba mengetajui sejauh mana adek melihat dan mengamati secara langsung.

"Masak nasi, terus nasinya dikasih coklat, keju juga boleh. Om itu yang bilang tadi.

"Nasi? Yang itu yang adek maksud?", Tanyaku memastikan sambil menunjuk tempat dj letakkan makanan.

"Iya umi.  Umi tidak tahu ya?" Gaya comel menggemaskan akhirnya keluar juga.

"Kita pesan juga yok!" Ajakku akhirnya.

"Hore..hore...., adek suka.  Adek sayaaanggg umi", responnya selalu membuatku bersemangat.
Si penjual tidak lama  meracik makanan tersebut.  Akupun membayar pesanan kami.  Kemudian pesanan sudah siap dibawa pulang.

...

Sesampainya di rumah, aku menawarkan yang tadi dibeli, juga menawarkan seujung nasi putih kepada adek untuk menguji bentuk mirip, namun cita rasa berbeda jauh. 

Catatan selipan hari ini.
Diusianya 3,5 tahun membuat adek semakin tertarik mengamati, mengeksplor hingga uji coba secara langsung.   Termasuklah diakhir kalimat setelah mencoba nasi dan ketan bersamaan, respon ucapannya mengatakan bahwa ketan lebih lengket seperti lem.  Rasanya juga lebih enak.  Untuk bagian ini mungkin karena ketan yang kami beli sudah tercampur susu dan beberapa toping manis di lidah.

Rasa ingin tahunya menjadikan dia lebih berani mendekat dan kegigihannya bertanya akhirnya diapresiasi si penjual dengan menambahkan ekstra toping untuk di cicip oleh adek.

Rasa bersyukur dan terimakasih karena sudah dibelikan diteruskan  mencoba makanan yang menurutnya enak.

Ketika rasa ingin tahu seorang anak semakin membuncah, daripada salah mendapatkan informasi hingga menyebabkan seterusnya menjadi salah, tidak ada salahnya memberikan kebenaran dengan harapan anak akan tahu tentang sebuah kebenaran. @her.lya.inda

#Tantangan10Hari
#Day5
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Komentar

Postingan Populer