Terus Berjuang





Tidak terasa sudah masuk akhir minggu ke 2 #30PicStoriesChallenge, rasanya bukan kalimat yang tepat untuk diungkapkan.  Melakukan sesuatu yang konsisten, merupakan sebuah perjuangan.  Sebuah applaus dan ciuman di pipi termasuk usapan di ubun-ubun kepala Altair, cukup memberikan semangat padanya tetap melakukan sesuatu sesuai kesepakatan.  Good Job! Aku selalu memberikan semangat dengan sebuah kata pendek, namun sejujurnya dalam maknanya. 

Meskipun Altair suka menggambar, kadangkala jika moodnya kurang baik misalnya setelah kelelahan beraktifitas atau sedikit konflik dengan salah satu temannya, maka gambar yang dibuatnya bisa telihat kurang maksimal.  Namun tidak mengapa, proses pembelajaran nyatanya tetap membuatnya melatih personalnya untuk bertahan menyelesaikan semua tugasnya.

Tantangan di minggu kedua ini bukan hanya membuat tulisan sesuai ciri khas masing-masing anak.  Namun dberikan challenge tambahan selama 3 hari berturut-turut untuk melakukan cross over.  Menarik!  Tidak hanya berimajinasi dan mengalahkan diri sendiri, namun wajib mengetahui dan membaca karya teman lainnya sehingga dapat memunculkan karakter/tokoh yang dibuat oleh peserta lainnya sehingga dapat terlibat dalam sebuah cerita kita. 

Berikut salah satu cerita yang dibuat oleh Altair dengan ilustrasi gambar yang dibuatnya dapat dibaca di link ini

Dan ini kutipan cerita dan ilustrasi yang dibuatnya saat berimajinasi melakukan cross over. 
Terowongan Hitam
Aku berhenti berjalan. Di depanku terlihat terowongan hitam dan gelap. Sayang sekali tidak ada jalan lain yang bisa aku lewati kecuali melewati terowongan ini. Harusnya selain aku akan ada yang melewati terowongan ini juga. Semoga aku bertemu dengan seseorang yang dapat menemaniku di dalam. Kakiku tiba-tiba gemetar, rasanya mau masuk melewati terowongan ini terasa berat.
Tiba-tiba Aku jadi teringat dengan Kak Donis. Dia kalau main bola hebat sekali, tendangannya keren. Kalau naik sepeda, kayuhannya cepat. Kalau Kak Donis melewati terowongan ini mesti dia tidak akan lama berada di dalam. Whuaaa..., mana kabarnya kalau di dalam terowongan itu suka ada yang mengerikan. Pernah nonton cuplikan film yang mau ditonton Umi. Seseorang yang berjalan di terowongan gelap, mukanya mengerikan. Aku berteriak kencang dan menutup mata. Hiiyyy....serem sekali, apa ya judul filmnya? Kata Umi, itu tentang suster. Ah, entahlah! Mengapa aku jadi membayangkan yang tidak-tidak ya?

Tapi Aku sudah besar, bukan anak balita seperti adek yang harus digandeng atau digendong oleh Umi. Aku harusnya lebih berani. Aku sudah tidur sendiri. Kalau tidur, lampu kamarku dimatikan, berarti kan gelap. Anggap saja terowongan itu sama dengan kamarku ketika mau tidur. Jadi, Aku berjalan saja terus, nanti juga sampai keluar terowongan.

Akhirnya Aku masuk juga ke dalam terowongan. Aku berjalan pelan-pelan. Terowongannya gelap, hitam dan sepertinya agak basah dan licin di dindingnya. Kalau saja terowongan ini dibersihkan dengan pembersih yang ada di televisi, mungkin terowongan ini tidak terasa jorok seperti ini. Hiyss, lengket dan ada dakinya. Terowongan ini belum mandi berapa lama ya? 
Pelan-pelan aku berjalan meraba-raba. Tiba-tiba aku merinding. Kalau merinding, tanganku seperti seekor unggas yang dicabuti bulunya. Itu yang aku lihat di serial Detektif Pet. Aku merinding biasanya karena geli. Kadang-kadang karena dingin. Kalau sekarang aku merinding karena apa ya?

Kringg....kringgg..., Suara bel sepeda terdengar kencang di belakangku. Ada setitik cahaya yang menyilaukan mataku. “Stoop....!” Aku berteriak kencang menghentikan sepeda yang hampir saja menabrakku.
Ciittt... Suara rem sepeda berdecit keras. “Fiuhhh, hampir saja! Maaf ya..., aku pikir terowongan ini tidak ada orang yang lewat. Aku ingin cepat-cepat melewati terowongan ini.”

“Iya, tidak apa-apa Kak. Eh, sepertinya Aku tahu dengan Kakak. Kamu Kak Kinari bukan? Iyaa..., sepertinya benar!” Aku mulai menebaknya.
“Benar! Kamu tahu darimana? Kamu Siapa?”
“Aku Altair. O iya, Kakak terkenal karena suka menolong. Jadi ...Ah, nanti saja kak ngobrol-ngobrolnya. Aku sudah sangat takut berada di dalam terowongan hitam ini. Mana terowongannya panjang. Maukah Kakak menolongku?”
“Apakah Altair mau ikut bersamaku? Kamu bisa duduk di belakang, kita akan bersama-sama keluar dari terowongan ini.”
“Nah, itu maksud Aku kak. Terimakasih Kak Kinari” Sahutku sambil segera menaiki sepeda yang dibawa oleh Kak Kinari. 

Kamipun berhasil keluar dari terowongan tersebut. Senang rasanya bisa bertemu dengan Kak Kinari yang senang membantu teman, terutama Aku sekarang. Dan bukan itu saja, Aku diantar hingga ke simpang jalan dimana kami akhirnya berpisah karena berbeda tujuan.

“Terimakasih Kak, sampai jumpa lagi! “ Teriakku sambil melambaikan tangan. Dan Kak Kinari juga melambaikan tangannya untukku hingga sepedanya tidak terlihat kembali. Alhamdulillah... Aku berhasil dan selamat.




Good Job!  Teruslah berjuang, hingga menuntaskan hasilnya.  Sebuah usaha tidak ada yang sia-sia.  Apapun perbuatan baik meskipun dianggap remeh oleh sebagian orang tetap ada nilainya.  Akan selalu ada sisi baik dari sebuah pembelajaran, karena kita semua tercipta istimewa.  @her.lya.inda


#Day16
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Komentar

Postingan Populer